SISTEM
ABSENSI DAN PELAPORAN BERBASIS
FINGERPRINT DAN SMS GATEWAY
LATAR
BELAKANG
Absensi
tak terlepas dari kegiatan belajar mengajar, dimana daftar absensi akan
memberikan banyak fungsi yang penting berkaitan dengan siswa untuk mengikuti
proses belajar mengajar dan mengikuti ujian. Untuk kegiatan absensi saat ini
umumnya masih dilakukan dengan menggunakan kertas, lalu dipanggil satu persatu
siswa oleh guru setiap matapelajaran. Terkadang tidak validnya data absensi dan
hilangnya data, membuat lamanya dalam menyajikan informasi absensi siswa pada saat dibutuhkan.
Sistem
pendidikan dapat berjalan dengan baik bila siswa dapat hadir dalam proses
belajar mengajar sehingga diperlukan pengawasan kedisiplinan yang dilakukan
oleh sekolah. Pengawasan yang dilakukan tidak serta-merta menjadi tanggung
jawab pihak sekolah, namun peran serta secara aktif perlu dilakukan juga oleh
para orang tua/wali murid. Dalam
prakteknya,
peran pengawasan terhadap kehadiran siswa hanya dibebankan kepada pihak
sekolah, namun banyak juga terjadi kesalahan pengawasan yang dilakukan baik
sekolah maupun orang tua yakni belum adanya mekanisme komunikasi antara pihak
sekolah dan orang tua dalam mengkontrol kehadiran siswa. Selain masalah
tersebut, kelengahan yang diakibatkan kurang efektifnya pengawasan orang tua
sering terjadi, seperti seorang anak berangkat dari rumah ke sekolah, namun
anak tersebut tidak pernah sampai ke sekolah (bolos sekolah).
Dari
berbagai masalah pokok dalam pengawasan kehadiran siswa adalah komunikasi yang
belum terjadi antara pihak sekolah dengan para orang tua/wali, untuk itu
diperlukan sistem komunikasi melalui media telepon selular guna
menginformasikan ketidakhadiran siswa kepada orang tua.
TUJUAN
PENELITIAN
Adapun tujuan dari penelitian yang ingin
dicapai adalah sebagai berikut :
·
Membangun sistem penyampaian ketidak
hadiran siswa yang dapat meningkatkan kontrol terhadap kedisiplinan siswa.
·
Sistem ini diharapkan dapat memberikan
alternative pilihan dalam guna menunjang sistem pembelajaran disekolah
METODOLOGI
PENELITIAN
Metode
yang diterapkan untuk perancangan sistem absensi, yaitu
3.1
Waterfall Adapun tahapan Waterfall Model
adalah sebagai berikut:
1. Requirements
analysis and definition Requirements analysis and definitiondilakukan terhadap
data yang ada serta mengumpulkan kebutuhan-kebutuhan perangkat lunak yang akan dibangun. Merupakan tahap
dimana inisialisasi pendefinisian masalah untuk penyelesaian teknis
pengembangan perangkat lunak mulai dilakukan. Terminasi tahap analisis, pada
saat telah didapatnya definisi permasalahan yang disetujui oleh pengguna dan
pengembang.
2. System
and software design Pada tahap desain dilakukan pengubahan kebutuhan-kebutuhan
menjadi bentuk karakteristik yang dimengerti perangkat lunak sebulum dimulai
penulisan program. Adapun proses yang dilakukanpada tahap ini adalah:
·
Mendekomposisi modul sistem yang akan
dikembangkan
·
Penetapan rancangan masukan dan keluaran
yang diperlukan
·
Penetapan struktur data yang dipilih
·
Penetapan prosedur kerja internal
·
Penetapan formula pengolahan data
3. Implementasi
and unit testing Pada tahap ini, perancangan perangkat lunak direalisasikan
sebagai serangkaian program atau unit program. Pengujian unit melibatkan
verifikasi bahwa setiap unit telah memenuhi spesifikasinya.
4. Integration
and system testing Unit program atau program individual diintegrasikan dan uji
sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan sistem telah
dipenuhi.
5. Operation
and maintenance normally Ini merupakan fase siklus yang paling lama.
Pemeliharaan mencakup koreksi dari berbagai error yang tidak ditemukan
tahaptahap sebelumnya.
3.2
Analisis Sistem (System Analysis)
Tahap
selanjutnya setelah dilakukan perencanaan adalah melakukan analisis terhadap
sistem yang berjalan saat ini untuk diidentifikasi kekurangan-kekurangan dari
sistem yang berjalan, sehingga pada tahapan ini dilakukan analisis terhadap
sistem yang berjalan.
3.2.1
Sistem absensi yang berjalan Sistem absensi siswa
yang berjalan adalah sebagai berikut:
1. Setiap
guru mata pelajaran mengajar akan memanggil satu persatu siswa atau guru akan
menyerahkan form absensi kepada siswa yang ditunjuk
2. Siswa
akan menadai form absensi kehadiran teman-temannya dan menyerahkan kembali
kepaga guru mata pelajaran.
3. Setiap
akan melaksanakan ujian tengah semester dan ulangan umum, guru No HP akan
membuat laporan kehadiran masingmasing No HP per mata pelajaran dan diserahkan
kepada wali No HP.
4. Wali
No HP akan melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap siswa yang kehadirannya
dibawah 70% untuk meningkatkan giat belajarnya.
f.
Menu Master
Pada
menu data terdapat submenu yaitu data siswa, verifikasi data finger, create day
dan input data hari libur. Submenu ini digunakan untuk mengakses form inputan
data siswa, verifikasi data finger, create day dan input data hari libur.
g.
Memu Transaksi
Pada
menu data terdapat sub menu yaitu data transaksi absensi siswa, absensi adm dan
sms gateway. Submenu ini digunakan untuk mengakses form transaksi absensi
siswa, absensi adm dan sms gateway.
h.
Menu Laporan
Pada
menu laporan terdapat submenu yaitu laporan data siswa, laporan data hari absen
dan laporan data absensi siswa. Submenu ini digunakan untuk mengakses form
output laporan data siswa, laporan data hari absen dan laporan data absensi
siswa.
Kelebihan
Sistem Baru
Kelebihan
yang terdapat dari sistem baru yang
dibuat untuk Aplikasi Pengolahan Data abasensi dan penyampaian ketidakhadiran
pada SMU YP Unila yaitu:
a. Aplikasi
ini menggunakan Username dan password sesuai dengan otoritas pemakainya yaitu
user/siswa, tata usaha dan administrator.
b. Aplikasi
ini akan memudahkan user pada saat penambahan data, penyimpanan data,
pengubahan data maupun pencarian data
c. Data
yang tersimpan sudah terkomputerisasi sehingga kecil kemungkinan untuk kehilangan data dibandingkan
menggunakan metode pengarsipan.
d. Aplikasi
telah berbasis jaringan yang dapat memudahkan antar bagian dalam mengolah data
sesuai dengan otoritas dan database menjadi satu sehingga memudahkan dalam
mengelolanya.
KESIMPULAN
Program
aplikasi yang digunakan dalam mengolah data absensi dan penyampaian
ketidakhadiran siswa ini telah dapat digunakan untuk membantu pihak SMU YP
Unila. Pemasalahan yang selama ini terjadi dapat teratasi dengan baik dan
kendala-kendala yang terjadi dapat diminimalisir. Aplikasi yang dibuat
menggunakan bahasa pemograman visual basic 6.0 dengan database SQL Server 2000
dan barbasis jaringan sehingga dapat diakses oleh bagian-bagian yang terkait.
DAFTAR
PUSTAKA
[1] Dwi Agus Dartono, 2010. Integrasi Sistem
Presensi Finger Print dan Sistem Sms Gateway untuk Monitoring Kehadiran Siswa.
Jurnal Teknologi Informasi Dinamik XV.
No.1.
[2] Khoirur Rozikin, Kasih Purwantini, 2014.
Pengaruh Sistem Presensi dengan Deteksi Sidik jari dan SMS Gateway Terhadap
Tingkat membolos Siswa, ISBN: 979-26-0276-3.
[3]Mirón
Romzi, 2006. Membuat Sendiri SMS Gateway (ESME) Berbasis Protokol SMPP,
Penerbit Andi, Jogyakarta
[4]Naslim
Lathif, Achmad Hidayatno, R. Rizal Isnanto. 2001. Aplikasi Sidik Jari Untuk
Sistem Presensi Menggunakan Magic Secure
[5] Sommerville, Ian. 2007. Software Engineering
8thn, England: Addison Wesley.
Terimakasih Kepada : http://jurnal.ubl.ac.id/index.php/explore/article/view/769
Terimakasih Kepada : http://jurnal.ubl.ac.id/index.php/explore/article/view/769







Tidak ada komentar:
Posting Komentar