Minggu, 15 Desember 2019

SISTEM ABSENSI DAN PELAPORAN BERBASIS FINGERPRINT DAN SMS GATEWAY


SISTEM ABSENSI  DAN PELAPORAN  BERBASIS  FINGERPRINT DAN SMS GATEWAY
LATAR BELAKANG
Absensi tak terlepas dari kegiatan belajar mengajar, dimana daftar absensi akan memberikan banyak fungsi yang penting berkaitan dengan siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar dan mengikuti ujian. Untuk kegiatan absensi saat ini umumnya masih dilakukan dengan menggunakan kertas, lalu dipanggil satu persatu siswa oleh guru setiap matapelajaran. Terkadang tidak validnya data absensi dan hilangnya data, membuat lamanya dalam menyajikan  informasi absensi  siswa pada saat dibutuhkan.
Sistem pendidikan dapat berjalan dengan baik bila siswa dapat hadir dalam proses belajar mengajar sehingga diperlukan pengawasan kedisiplinan yang dilakukan oleh sekolah. Pengawasan yang dilakukan tidak serta-merta menjadi tanggung jawab pihak sekolah, namun peran serta secara aktif perlu dilakukan juga oleh para orang tua/wali murid. Dalam
prakteknya, peran pengawasan terhadap kehadiran siswa hanya dibebankan kepada pihak sekolah, namun banyak juga terjadi kesalahan pengawasan yang dilakukan baik sekolah maupun orang tua yakni belum adanya mekanisme komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mengkontrol kehadiran siswa. Selain masalah tersebut, kelengahan yang diakibatkan kurang efektifnya pengawasan orang tua sering terjadi, seperti seorang anak berangkat dari rumah ke sekolah, namun anak tersebut tidak pernah sampai ke sekolah (bolos sekolah). 
Dari berbagai masalah pokok dalam pengawasan kehadiran siswa adalah komunikasi yang belum terjadi antara pihak sekolah dengan para orang tua/wali, untuk itu diperlukan sistem komunikasi melalui media telepon selular guna menginformasikan ketidakhadiran siswa kepada orang tua.
TUJUAN PENELITIAN
 Adapun tujuan dari penelitian yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :
·         Membangun sistem penyampaian ketidak hadiran siswa yang dapat meningkatkan kontrol terhadap kedisiplinan siswa.
·         Sistem ini diharapkan dapat memberikan alternative pilihan dalam guna menunjang sistem pembelajaran disekolah
METODOLOGI PENELITIAN
Metode yang diterapkan untuk perancangan sistem absensi, yaitu
3.1 Waterfall Adapun tahapan Waterfall Model  adalah sebagai berikut:
1.      Requirements analysis and definition Requirements analysis and definitiondilakukan terhadap data yang ada serta mengumpulkan kebutuhan-kebutuhan perangkat  lunak yang akan dibangun. Merupakan tahap dimana inisialisasi pendefinisian masalah untuk penyelesaian teknis pengembangan perangkat lunak mulai dilakukan. Terminasi tahap analisis, pada saat telah didapatnya definisi permasalahan yang disetujui oleh pengguna dan pengembang.
2.      System and software design Pada tahap desain dilakukan pengubahan kebutuhan-kebutuhan menjadi bentuk karakteristik yang dimengerti perangkat lunak sebulum dimulai penulisan program. Adapun proses yang dilakukanpada tahap ini adalah:
·         Mendekomposisi modul sistem yang akan dikembangkan
·         Penetapan rancangan masukan dan keluaran yang diperlukan
·         Penetapan struktur data yang dipilih
·         Penetapan prosedur kerja internal
·         Penetapan formula pengolahan data  
3.      Implementasi and unit testing Pada tahap ini, perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. Pengujian unit melibatkan verifikasi bahwa setiap unit telah memenuhi spesifikasinya.
4.      Integration and system testing Unit program atau program individual diintegrasikan dan uji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan sistem telah dipenuhi. 
5.      Operation and maintenance normally Ini merupakan fase siklus yang paling lama. Pemeliharaan mencakup koreksi dari berbagai error yang tidak ditemukan tahaptahap sebelumnya.
3.2 Analisis Sistem (System Analysis)
Tahap selanjutnya setelah dilakukan perencanaan adalah melakukan analisis terhadap sistem yang berjalan saat ini untuk diidentifikasi kekurangan-kekurangan dari sistem yang berjalan, sehingga pada tahapan ini dilakukan analisis terhadap sistem yang berjalan.
3.2.1 Sistem absensi yang berjalan Sistem absensi siswa yang berjalan adalah sebagai berikut:
1.      Setiap guru mata pelajaran mengajar akan memanggil satu persatu siswa atau guru akan menyerahkan form absensi kepada siswa yang ditunjuk 
2.      Siswa akan menadai form absensi kehadiran teman-temannya dan menyerahkan kembali kepaga guru mata pelajaran.
3.      Setiap akan melaksanakan ujian tengah semester dan ulangan umum, guru No HP akan membuat laporan kehadiran masingmasing No HP per mata pelajaran dan diserahkan kepada wali No HP.
4.      Wali No HP akan melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap siswa yang kehadirannya dibawah 70% untuk meningkatkan giat belajarnya.
 HASIL DAN PEMBAHASAN







f. Menu Master
Pada menu data terdapat submenu yaitu data siswa, verifikasi data finger, create day dan input data hari libur. Submenu ini digunakan untuk mengakses form inputan data siswa, verifikasi data finger, create day dan input data hari libur.
g. Memu Transaksi
Pada menu data terdapat sub menu yaitu data transaksi absensi siswa, absensi adm dan sms gateway. Submenu ini digunakan untuk mengakses form transaksi absensi siswa, absensi adm dan sms gateway.
h. Menu Laporan
Pada menu laporan terdapat submenu yaitu laporan data siswa, laporan data hari absen dan laporan data absensi siswa. Submenu ini digunakan untuk mengakses form output laporan data siswa, laporan data hari absen dan laporan data absensi siswa.
Kelebihan Sistem Baru 

Kelebihan yang terdapat dari  sistem baru yang dibuat untuk Aplikasi Pengolahan Data abasensi dan penyampaian ketidakhadiran pada SMU YP Unila yaitu:
a.       Aplikasi ini menggunakan Username dan password sesuai dengan otoritas pemakainya yaitu user/siswa, tata usaha dan administrator.
b.      Aplikasi ini akan memudahkan user pada saat penambahan data, penyimpanan data, pengubahan data maupun pencarian data
c.       Data yang tersimpan sudah terkomputerisasi sehingga kecil kemungkinan  untuk kehilangan data dibandingkan menggunakan metode pengarsipan.
d.      Aplikasi telah berbasis jaringan yang dapat memudahkan antar bagian dalam mengolah data sesuai dengan otoritas dan database menjadi satu sehingga memudahkan dalam mengelolanya.

KESIMPULAN
Program aplikasi yang digunakan dalam mengolah data absensi dan penyampaian ketidakhadiran siswa ini telah dapat digunakan untuk membantu pihak SMU YP Unila. Pemasalahan yang selama ini terjadi dapat teratasi dengan baik dan kendala-kendala yang terjadi dapat diminimalisir. Aplikasi yang dibuat menggunakan bahasa pemograman visual basic 6.0 dengan database SQL Server 2000 dan barbasis jaringan sehingga dapat diakses oleh bagian-bagian yang terkait.
DAFTAR PUSTAKA
 [1] Dwi Agus Dartono, 2010. Integrasi Sistem Presensi Finger Print dan Sistem Sms Gateway untuk Monitoring Kehadiran Siswa. Jurnal Teknologi Informasi Dinamik  XV. No.1.
 [2] Khoirur Rozikin, Kasih Purwantini, 2014. Pengaruh Sistem Presensi dengan Deteksi Sidik jari dan SMS Gateway Terhadap Tingkat membolos Siswa, ISBN: 979-26-0276-3.
[3]Mirón Romzi, 2006. Membuat Sendiri SMS Gateway (ESME) Berbasis Protokol SMPP, Penerbit Andi, Jogyakarta
[4]Naslim Lathif, Achmad Hidayatno, R. Rizal Isnanto. 2001. Aplikasi Sidik Jari Untuk Sistem Presensi Menggunakan Magic Secure
 [5] Sommerville, Ian. 2007. Software Engineering 8thn, England: Addison Wesley.

Terimakasih Kepada : http://jurnal.ubl.ac.id/index.php/explore/article/view/769 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar